7 Tips Ketika Ingin Membeli Laptop Bekas - Sumytoday.com

Terbaru

Senin, 09 November 2020

7 Tips Ketika Ingin Membeli Laptop Bekas

Kamu butuh laptop cepat, tetapi dana cekak? Beli laptop bekas/bekas saja. Mulai dari forum jual-beli (FJB) hingga mengitari pusat elektronik, kamu akan mendapatkan banyak pilihan laptop bekas berspek tinggi dengan harga yang tidak membuat kantong nangis bombai.

Akan tetapi, jangan terlalu buru-buru beli! Biasanya, karena terburu-buru, seseorang jadi langsung beli laptop bekas tersebut dan mengiyakan apa saja yang dikatakan penjual. Pas pulang ke rumah? Baru menyesal karena kurang ini dan keluar duit lagi untuk servis. Nah, agar tidak menyesal, sebelum memboyong laptop bekas tersebut, lebih baik pastikan hal-hal ini tidak terlewatkan.

1. Sesuaikan dengan kebutuhanmu

Hal pertama sebelum beli laptop bekas adalah melihat laptop jenis apa yang kamu butuhkan. Istilahnya, kalau kamu adalah pekerja atau mahasiswa/i desain, tidak mungkin kan kamu hanya pakai laptop dengan spek tengah atau rendah, kan?

Sebaliknya, jika kamu pekerja kantoran biasa dan memiliki laptop high-end, bukannya itu overkill (berlebihan)? Dilansir dari laman web Xplorion dan Gadget Value, kebutuhan laptopmu bisa terbagi menjadi tiga jenis:
  • Basic,
  • Intermediate, dan
  • Advanced.
Kalau basic seperti pekerjaan kantor, surfing internet, dan menyimpan serta berbagi file biasa, setidaknya kamu butuh laptop dengan RAM minimal 2 GB dan prosesor yang minimal lebih cepat dari 1 GHz.

Kalau intermediate seperti sering mengunduh berbagai file video, audio, atau grafis, bermain video games ringan, dan pekerjaan kantor rumit, setidaknya kamu butuh laptop dengan RAM minimal 4 GB serta prosesor yang minimal lebih cepat dari 2 GHz.

Nah, kalau kebutuhanmu sudah advanced seperti mengedit gambar atau video (yang membutuhkan rendering dengan waktu lama), produksi musik, bermain atau memproduksi video game, mengerjakan web hosting, dan pekerjaan rumit yang membutuhkan spek tinggi lainnya, minimal kamu membutuhkan laptop dengan RAM 6 GB ke atas dan prosesor 4 GHz ke atas.

Pertanyaannya, yang manakah kamu? Jika sudah tentukan, baru kita bisa menuju ke poin-poin selanjutnya. Jangan sampai salah beli laptop yang tidak sesuai dengan kebutuhan!

2. Cari spesifikasi laptop bekas yang dibeli

Jika kamu sudah menentukan laptop bekas yang menjadi kebutuhanmu, sekarang saatnya kamu mencari laptop bekas yang sesuai. Hal kedua yang perlu kamu cari adalah spesifikasinya (merujuk pada kebutuhan prosesor dan RAM di poin sebelumnya).

Dilansir dari Make Tech Easier, saat tengah mencari spesifikasinya, ingat-ingat piranti lunak (software) yang akan kamu gunakan pada laptop bekasmu, seberapa sering kamu akan memakai laptopmu, dan portabilitas laptop tersebut. Teruslah gali hingga ke forum-forum daring untuk melihat berbagai ulasan.

Nah, jika kamu sudah menemukan tipe laptop yang akan kamu boyong ke rumah, jangan ragu untuk memfotonya hingga mencetak spesifikasinya agar kamu semakin mudah mencari laptop bekas tersebut.

3. Cari tahu harga pasaran


Kemudian, setelah kamu menentukan laptop yang kamu butuhkan, saatnya mencari versi bekasnya. Sambil kamu mencari bekasnya, kami sarankan untuk mencari harga pasarannya juga, baik versi baru maupun versi bekas.

Situs Windows Central menyarankan untuk mencari dulu harga laptop baru tersebut dari situs atau toko fisik resmi agar mendapatkan sedikit bayangan. Setelah itu, barulah coba untuk merujuk ke situs FJB seperti Tokopedia, Bukalapak, Kaskus, hingga Facebook untuk melihat penawaran-penawaran. Jika sudah, maka kamu tinggal berangkat untuk mencarinya.

Tidak mustahil, jika harga laptop bekasnya dipatok mahal atau beda tipis dengan yang baru lebih baik beli yang baru sekalian, kan? Lagi pula laptop baru juga masih mendapatkan garansi resmi dan layanan purna jual. Sekali lagi, pilihan ada padamu.

Peringatan, waspadalah pada laptop bekas dengan harga yang terlalu murah! Contoh, jika laptop yang harga pasaran barunya Rp11 juta, harga bekasnnya Rp9,5 - 10 juta lalu ada yang jual hanya Rp4 juta, jangan cepat menekan tombol "Beli". Hati-hati penipuan! Bukannya untung malah buntung.

4. Beli dari seller/merchant/toko yang terpercaya

Siap mencari? Yuk, berangkat! Tetapi, toko atau penjual laptop bekas mana yang perlu kamu datangi? Pastinya yang terpercaya. Windows Central menyarankan untuk merujuk ke situs FJB yang terpercaya agar bisa meminimalisir kemungkinan akan tertipu atau mendapatkan laptop bekas yang tidak bermutu. Pastikan situs FJB tersebut memberikan jaminan proteksi konsumen jika laptop bekas tersebut sudah rongsokan atau ditipu.

Sementara itu, Gadget Value mengingatkan bahwa penjual individu dan retailer memiliki prinsip yang berbeda kalau soal harga laptop bekas. Sementara retailer mematok harga yang lebih mahal untuk laptop bekas yang sama dibandingkan penjual individu, retailer pastinya memberikan berbagai jaminan dan kemudahan bertransaksi dengan kartu kredit.

Pilihan ada padamu, ingin membeli laptop bekas dari retailer atau dari penjual individu di FJB. Selama kamu berhati-hati, tidak akan rugi!

5. Usahakan bertemu dengan penjual langsung

Saya mau beli dari orang lain, nih. Lebih murah! Enaknya, dikirim via paket atau lebih baik cash-on-delivery? Menjawab pertanyaan tersebut, sudah pasti kami menyarankanmu untuk bertemu langsung dengan sang penjual. Apalagi jika kamu trauma pernah tertipu atau mendapatkan barang palsu, membeli laptop bekas pun tidak bisa dianggap remeh. Duit yang kamu keluarkan juga banyak!

Oleh karena itu, Windows Central menyarankan untuk langsung temui penjualnya di tempat yang ramai, seperti mal atau kafe. Dengan begitu, kamu dapat memastikan laptop bekas tersebut bekerja sesuai dengan ekspektasi, sesuai dengan spesifikasi, dan kamu happy.

6. Periksa fisik laptop sebelum dibeli

Hari yang ditunggu telah tiba. Kamu siap menemui penjual tersebut di Kafe X jam XX.XX. Akhirnya, kamu melihat laptop bekas tersebut di hadapanmu. Langsung kamu bawa pulang? Tunggu dulu!

Inilah saat tepat dan penting bagimu untuk mengecek laptop tersebut secara langsung, secara fisik dan secara spesifikasi. Bawa spesifikasi yang sudah dicetak di poin ke-2? Kalau sudah, mari bahas fisiknya dulu. Saat kamu melihat, mengangkat, mengendus, hingga mencoba mengetik di laptop bekas tersebut, lihat hal-hal berikut:
  • Sasis laptop,
  • Monitor,
  • Speaker,
  • Keyboard dan trackpad,
  • CD Drive (opsional),
  • Webcam, dan
  • Port USB.
Periksa apakah ada kerusakan, baretan, mur yang lepas, atau goresan halus pada bodi laptop bekas tersebut. Nyalakan lagu kesukaanmu dan cek kinerja speaker-nya, apakah suaranya parau? Lalu, tes monitornya, apakah ada dead pixel? Gadget Value menyarankan software "Dead Pixel Buddy" untuk memeriksa dead pixel pada monitor laptop itu.

Setelahnya, kamu cek tuts keyboard dan kinerja trackpad pada laptop bekas tersebut. Ini penting, karena kedua fitur tersebut yang sering digunakan. Setelahnya, kamu cek fungsi webcam pada laptop bekas itu, apakah memancarkan wajahmu, atau malah blur? Jangan lupa jajal port USB dan lihat apakah laptop bekas tersebut cepat dalam loading USB-nya?

Laptop masa kini sudah jarang mengemas CD Drive dikarenakan kebanyakan informasi yang sudah berbentuk digital. Namun, jika laptop bekas yang kamu beli tetap memiliki CD Drive, tetap periksa! Jaga-jaga jika kamu butuh meng-install software baru, kamu bisa menggunakan CD Drive tersebut.

Nah, jika fisiknya sudah tidak oke, maaf sekali, tetapi, lebih baik kamu cari yang lain. Percuma beli, jika kamu harus mengeluarkan dana ekstra untuk menyervisnya.

7. Periksa jeroan laptop juga

Setelah fisik, hal terakhir yang perlu kamu cek dari laptop bekas tersebut adalah "isi"nya. Apakah sesuai dengan spesifikasi? Buka kotak "Run Command", lalu ketik "dxdiag" untuk membuka diagnostic tool laptop bekas tersebut secara keseluruhan. Baca dengan teliti dan cocokkan dengan spesifikasi yang kamu bawa, dari system hingga input.

Apakah RAM-nya sesuai dengan spesifikasi utama? Kecepatan laptop tergantung dari RAM. Apalagi, karena ini laptop bekas, ingat untuk cek RAM-nya. Lalu, apakah prosesornya sesuai? Jika tidak sesuai, ngapain dibawa pulang?!

Kemudian, cobalah cek apakah sistem operasi (OS) (terutama Windows) dan berbagai piranti lunak yang digunakan resmi atau hasil crack. Situs Xplorion mengingatkan bahwa kecuali OS, beberapa lisensi perangkat lunak tidak mungkin dijual atau dipindahkan bersama laptop bekas tersebut, sehingga kamu harus mengeluarkan dana untuk membeli lisensi lagi. Jadi, penting untuk merampungkan seluruh proses saat itu juga kalau tidak ingin repot-repot akhirnya.

Tempat COD-mu menyediakan WiFi? Tes konektivitas laptop bekasmu! Percuma saja kalau laptop bekasmu lama atau tidak bisa terkoneksi ke internet, produktivitas mandek. Aspek terakhir yang tidak kalah penting untuk dicek adalah kinerja baterai. Memang, tidak mungkin berlama-lama mengecek baterainya karena baik kamu atau penjual memiliki kesibukan sendiri.

Make Tech Easier mengingatkan untuk mengecek opsi "Battery Management" pada OS laptop bekas tersebut, kamu mendapatkan gambaran berapa lama baterai tersebut dapat bertahan dalam sehari. Kalau baterai tersebut bocor? Keluar duit lagi...

Sebagai penutup, selalu coba minta "kitab-kitab" laptop bekas tersebut, CD instalasi atau recovery yang berisi driver penting, dan berbagai kelengkapan laptop bekas lainnya. Garansi pada laptop bekas tersebut juga harus membalik namanya menjadi namamu, lho.

Sama seperti aspek fisik, jika kebanyakan hasil cek jeroan laptop bekas ini negatif, lebih baik kamu batalkan transaksi daripada keluar dana banyak untuk memperbaikinya. Kalau cocok, syukurlah. Bungkus, gan!

Itulah hal-hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli laptop bekas. Jika danamu terbatas, laptop bekas memang menjadi alternatif utama. Akan tetapi, jika kamu ingin menabung dulu untuk membeli laptop baru, hal itu lebih baik karena kamu akan mendapatkan manfaat yang tidak kamu dapatkan dengan laptop bekas. Jadi, sudah tentukan mau beli laptop bekas yang mana? Ingat saran dari kami, ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman